11 August 2009 on Thursday
Dee….
Huaahh… akhirnya gue Break Up juga sama dia. Gue yang mutusin setelah sebelumnya gue kirim isi hati gue. Emang sih… gue langsung crying abis sebelum…selama dan sesudah itu coz rasanya sakit banget harus mutusin seseorang yang sangat gue cintai setelah ortu gue.
Tapi, gue harus bisa mengambil jalan yang terbaik karena gue sadar kalo gue juga harus menghargai ketulusan diri gue. Nggak Cuma dia. Pengorbanan, perjuangan yang nggak akan pernah bisa dia kira yang gue lakuin selama ini gue hanya ingin berbuah manis. Meski rasanya pahit tapi mungkin putus adalah buah yang termanis dari semuannya sebelum semuanya terlambat. Gak Cuma pahit yang gue dapat tapi mungkin juga sengsara.
Hanya saja… gue cukup bangga dengan diri gue sendiri. Bagi gue, yang terpenting dari semua itu adalah cara gue melewati semua rintangan, mempertahankan cinta yang susah payah gue jaga dan saat2 gue ngasih semua ketulusan yang gue punya.
That’s great, isn’t???
Dari sore kemarin sampai sekarang dia nggak ada balas sms gue apalagi nelpon gue. Nggak apa-apa… tapi gue nggak bisa mengingkari betapa masih berharapnya gue saat mendengar tanda sms masuk. Berharap dari dia.
Ok! Sekarang kita tutup halaman buat dia. Kita mulai dengan halaman baru… yang lebih baik dan full colour! Hehehe!!
Btw… sebelum itu gue mau jelasin ke elo alasan kenapa gue mutusin dia
Dia nggak pernah ngehargain gue
Dia yang bikin gue terbiasa pada hal-hal jelek itu
Dia nggak pernah bisa ada saat gue butuh, meminta bantuan kecuali saat dua minggu pertama jadian
Dia hanya ada saat dia butuh gue aja
Dia nggak hadir di pesta ulang tahun gue
Dia selalu ngerasa dirinyalah yang paling hebat
Egois, suka mementingkan diri sendiri. Kebayang nggak sama lo pas lagi jalan dia nyuruh gue buka cardigan buat ngelap sesuatu yang tumpah ‘n ngotorin celananya. Pas gue ngerasa kedinginan di atas motor ‘n minta pinjam jaketnya dia malah nyuruh gue makai cardigan kotor tadi ‘n dia sama sekali nggak mau buka jaketnya. That’s so fantastis, right…?!
Matanya nggak tahan kalo ngelihat cewek cantik lewat
Dia jalan sama cewek lain
Dia gampang banget bilang kata putus tanpa meneliti dulu kesalahan itu
Pikirannya dangkal. Dia nggak bisa berpikir dengan menyeimbangkan logika serta perasaan
Apa yang dia lihat dia pikir itulah kebenaran
Kalo gue marah dia malah balik marah
Dia punya cewek lain dan masih berhubungan dengannnya. Itulah alasan paling penting. Elo tau kan kalo gue nggak terima diduain..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar